Melanjutkan posting sebelumnya,saya akan share lebih detail
mengenai glutathione agar manfaat yang bisa didapatkan dari glutathione ini
menjadi optimal.Sebagai master anti-oksidan dengan potensi yang sangat kuat,glutathione
adalah tripeptide ditemukan di dalam setiap sel dalam tubuh Anda.Anti oksidan
ini sangat ajaib dan kuat sehingga kemampuannya melebihi kemampuan anti oksidan
lainnya dalam menangkal radikal bebas.Apa sih radikal bebas? Radikal bebas
adalah senyawa reaktif yang bersifat destruktif (merusak) jaringan sel-sel
tubuh manusia yang berasal dari proses metabolisme tubuh dan faktor eksternal
seperti paparan radiasi,bahan kimia dan logam berat (heavy metal).Karena
sifatnya yang destruktif tersebut maka disetiap sediaan (preparate) fitofarmaka,biokimia,fitokimia,farmasi
dan bahan kimia edible grade harus ada analisa kandungan heavy metal yang
dinyatakan dalam COA (Certificate Of Analysis) berserta MSDS (Material Safety Data
Sheet).MSDS ini diperlukan untuk keamanan dan penanganan yang meliputi storage
(penyimpanan),penanganan keracunan,dosis hingga preparasi material dan
lain-lain.
Tubuh kita memiliki cadangan glutathione dari proses
metabolisme yang berasal dari makanan dan minuman sehari-hari.Tingkat/level
glutathione pada tubuh bisa berkurang akibat berbagai faktor misalnya penyakit,paparan
radiasi,kontaminasi bahan kimia (mercury),alkohol,makanan yang terkontaminasi
logam berat,antibiotic,obat dan molekul penyedia energi sel yaitu Adenosine
Triphosphate (ATP).Apakah obat juga dapat menurunkan level glutathione?Beberapa
obat analgesic seperti acetaminophen (Paracetamol) yang biasa digunakan untuk
menghilangkan sakit kepala dapat mengurangi level glutathione 70% hingga 80% (Drug
Chem Toxicol 81; 4 (1): 37-48).
Tingginya kadar merkuri di udara seperti di wilayah Aceh,Pulau
Seram,NTT dan Sukabumi akibat adanya lokasi pembuatan merkuri dari batu
Cinnabar.Penguapan merkuri akibat proses pemasakan batu Cinnabar di Parakansalak
Kab.Sukabumi membuat udara tercemar merkuri dengan level berbahaya yaitu 102
μg/m3.Padahal merkuri pada level 20 μg/m3 sudah berpotensi merusak ginjal dan
merusak sistem saraf pusat (CNS).Pertumbuhan otak pada bayi akan terganggu
akibat cemaran polusi merkuri di udara.
Glutathione memiliki sedikitnya 8 peran mendasar dalam
metabolisme dan reaksi biokimia seperti:
1. Sintesis DNA dan perbaikan
2. Sintesis Protein
3. Sintesis Prostaglandin (kontrol vaskular penyempitan otot
polos/pelebaran dan fungsi penting lainnya)
4. Transportasi Asam Amino dan aktivasi enzim
5. Mempertahankan Antioksidan lain seperti vitamin C dan E
dalam bentuk aktif
6. Modulasi (mengatur) respon kekebalan tubuh yang tepat
7. Meningkatkan ketersediaan limfosit (Sel T,Sel B dan Sel
NK) sambil meningkatkan efektivitas mereka
8. Mengatur apoptosis (Mekanisme biologi yang merupakan
salah satu jenis kematian sel terprogram.Apoptosis digunakan
oleh organisme multisel untuk membuang sel yang sudah tidak diperlukan oleh
tubuh)
Studi klinis pada tikus yang diberikan glutathione secara
oral menunjukkan peningkatan plasma Glutathione hanya di paru-paru.Pada tikus
yang dikuras kadar glutathione-nya secara kimia lalu diberikan glutathione
secara oral selama 5 hari,kadarnya naik pada semua organ kecuali di
liver.Padahal organ ini sangat penting peranannya untuk detoksifikasi.Tikus
yang diberikan dosis manusia yaitu 500mg (Glutathione 100mg/kg BB).Dosis ini
akan meningkatkan kadar glutathione pada tikus setelah 3 hari.Bila manusia
menggunakan dosis yang sama yaitu 500mg sebanding dengan Glutathione 7.5mg/Kg
BB maka seseorang harus mengkonsumsi 14 pills dalam sehari selama 3
hari..wow..banyak sekali.
Seperti ulasan sebelumnya bahwa penggunaan glutathione
sebagai kosmetik lebih efektif dibandingkan oral supplement.Namun semuanya tetap
harus memperhatikan formulanya agar bekerja secara baik pada lapisan kulit ke 2
yaitu dermis.Dibutuhkan zat carrier untuk penetrasi bahan aktif agar terabsorbsi
optimal dan menghindari bahan tambahan atau excipient yang mengandung heavy
metal (Arsenic,Pb,Zinc,Mercury).Heavy metal (Logam berat) pada kosmetik dan
supplement justru dapat menurunkan kadar glutathione didalam tubuh.
Kesimpulannya bahwa pemberian supplement glutathione secara
klinis masih dalam kajian mendalam dan belum dapat dinyatakan efektifitasnya
bila berpatokan pada dosis supplement yang telah beredar di masyarakat.Terlalu
mahal biaya yang dibutuhkan untuk meningkatkan level glutathione dalam
supplement yang di klaim untuk perawatan kecantikan.Belum lagi faktor resiko
bahan pembantu atau bahan tambahan (Excipients) yang bisa memiliki efek samping
jangka panjang.Sediaan yang berupa tablet atau powder bisa memiliki excipients berupa :
- Artificial Sweeteners (Pemanis buatan)
- Metacrylic Acid (Pelapis)
- Pewarna buatan
- IPA (Solvent/Pelarut)
- Preservative (Pengawet)
- Flavour (Perisa)
Pertimbangkanlah sebelum menggunakan supplement dan kosmetik
kecantikan agar anda tidak salah memilih produk yang tepat.Lalu bagaiman cara
meningkatkan kadar glutathione pada tubuh secara tepat? Ikuti artikel selajutnya
agar tidak ketinggalan

No comments:
Post a Comment
Komentar tidak relevan akan dihapus